Saturday, May 18, 2013
Monday, April 15, 2013
one room living design analysis
ONE ROOM LIVING
DESAIN RUANG KESELURUHAN : MENGGUNAKAN GAYA MINIMALIS DENGAN
AKSEN MASKULIN. RUANGAN DIDOMINASI DENGAN WARNA UTAMA YAITU HITAM, PUTIH DAN
ABU-ABU.
Flooring menggunakan
granito atau keramik motif granit ( GRANITO, Ambience Mirror Grove, 60x120 )
berwarna putih-keabuan ditujukkan untuk mengurangi jumlah intensitas keterangan
ruang yang didominasi warna putih.
Material yang digunakan didominasi dengan kayu solid (
rangka ) dan acrylic glass, serta suede leather pada sofa dan tempat tidur.
KITCHEN SET & DINING AREA DESIGN
Dapur dan area makan didominasi
warna hitam dan putih serta abu-abu (peralatan masak dan lemari pendingin).
Bahan material yang digunakan kitchen set dan meja makan adalah kayu solid
sebagai rangka dan acrylic glass pada luarnya.
Pada kitchen set warna hitam
sebagai warna utama dan putih pada bagian permukaan meja masak. Untuk meja
makan warna putih dibagian kakinya dan hitam pada bagian permukaan meja. Dan
untuk lighting pada dining area / dining table menggunakan lampu downlight gantung dengan acrylic persegi
sebagai rumah lampu.
LIVING ROOM & WORK AREA DESIGN
Warna putih mendominasi area living
room melalui flooring dan wall-nya. Untuk sofa (sofa-bed) diberi warna hitam
dengan bahan suede leather. Coffee table berwarna white-grey berbahan acrylic
glass.
Terdapat perabot yang menjadi
pemisah ruang ( living room – bedroom ) yang juga difungsikan sebagai
credenza-shelf dan space tempat dudukan TV.
Area kerja dijadikan satu dengan
area living room dikarenakan untuk area kerja tidak membutuhkan space ruang
yang besar dan juga bukan menjadikan fokus area.
BEDROOM DESIGN
Brick
wall pada sisi dinding kepala tempat tidur memberikan efek natural pada
ruangan.
Putih tetap menjadi warna basic
ruangan pada dinding dan lantai.
Tempat tidur dibuat tidak tinggi
untuk memberikan kenyamanan pada penggunanya saat santai.
Bahan permukaan tempat tidur
menggunakan suede leather abu abu.
BATHROOM DESIGN
Pada bagian kamar mandi, sisi
dinding dibuat tidak dilapisi cat jadi dibiarkan berupa concrete wall atau dinding plesteran untuk memberi kesan sederhana
namun elegan. Warna putih pada perabotan dan cokelat sebagai pewarna ruang pada
lantai (GRANITO, Castello rustic, 40x40) dan aksen perabot nya.
Saturday, April 13, 2013
besaran ruang one room living
TABEL BESARAN RUANG
|
PELAKU
|
AKTIVITAS
|
KEBUTUHAN
AKTIVITAS
|
DIMENSI
|
KEBUTU-HAN
RUANG
|
PERSYARATAN RUANG
|
BESARAN
RUANG
|
ZONA RUANG
|
||
|
PENGHAWAAN
UDARA
|
PENCAHAYAAN
|
ANTROP-OMETRI
|
|||||||
|
PRIA,
25 THN
|
TIDUR
|
TMPT TDR,
SIDE TABLE
|
TMPT TDR =
200x150x45
SIDE TABLE =
30x30x40
|
ONE ROOM LIVING
|
ALAMI= JENDELA
& PINTU
BUATAN=
AIR
CONDITIONING (AC)
|
ALAMI=
JENDELA
BUATAN=
LAMPU TL,
STANDING LAMP
|
|
TMPT TDR=
200x150=
3 m2
SIDE TABLE=
30x30=
0,09 m2
|
REST
|
|
KERJA
|
MEJA,
KURSI
|
MEJA =
100x60x75
KURSI =
40x40x45/80
|
ONE ROOM LIVING
|
ALAMI= JENDELA
& PINTU
BUATAN=
AIR
CONDITIONING (AC)
|
ALAMI=
JENDELA
BUATAN=
LAMPU TL,
STANDING LAMP
|
|
MEJA=
100x60=
0,6 m2
KURSI=
40x40=
0,16 m2
|
WORK
|
|
|
NONTON,
GAMING
|
TV
MEJA /
CREDENZA
SOFA
|
MEJA/CREDENZA
120x45x75
SOFA=
140x60x50
|
ONE ROOM LIVING
|
ALAMI= JENDELA
& PINTU
BUATAN=
AIR
CONDITIONING (AC)
|
ALAMI=
JENDELA
BUATAN=
LAMPU TL,
STANDING LAMP
|
|
MEJA=
120x45=
0,54 m2
SOFA=
140x60=
0,84 m2
|
SOSIALIZE / ENTERTAI-N
|
|
|
MAKAN
|
MEJA
KURSI
|
MEJA=
120x80x75
KURSI=
40x40x45/80
|
DAPUR-ONE ROOM LIVING
|
ALAMI= JENDELA
& PINTU
BUATAN=
AIR
CONDITIONING (AC)
|
ALAMI=
JENDELA
BUATAN=
LAMPU TL
|
|
MEJA=
120x80=
0,96 m2
KURSI=
40x40=
0,16 m2
|
EATING
|
|
|
MEMASAK
|
KITCHEN SET
TEMPAT
PERALATAN MASAK
|
KITCHEN SET
L=60, T=90
TEMPAT
PERALATAN MASAK=
L=45
|
DAPUR
|
ALAMI= JENDELA
& PINTU
BUATAN=
AIR
CONDITIONING (AC)
|
ALAMI=
JENDELA
BUATAN=
LAMPU TL
|
|
BERVARIASI
|
KITCHEN
|
|
|
BERPAKAIAN
|
TEMPAT PAKAIAN
CERMIN
|
TEMPAT
PAKAIAN=
200x60x250
|
ONE ROOM LIVING
|
ALAMI= JENDELA
& PINTU
BUATAN=
AIR
CONDITIONING (AC)
|
ALAMI=
JENDELA
BUATAN=
LAMPU TL
|
|
TEMPAT
PAKAIAN=
200x60=
1,2 m2
|
DRESSING
|
|
|
MANDI
|
BATHTUB +
SHOWER
LAVATORY
WTR CLOSET
|
BATHTUB=
200x70x50
LAVATORY=
65x50x100
|
KAMAR MANDI
|
ALAMI=
JENDELA &
PINTU
BUATAN=
EXHAUST FAN
|
ALAMI=
JENDELA
BUATAN=
LAMPU TL
|
|
BATHTUB=
200X70=
1,4 m2
LAVATORY=
65x50=0,325
|
SHOWER
|
|
Tuesday, April 9, 2013
programming one room living ( UTS DESAIN INTERIOR )
Data Subyek Penghuni
One Room Living
Nama : Jovin Ng
Jenis Kelamin : Pria
Umur : 25 tahun
Pekerjaan : Financial Manager
Hobby : Golf, Travelling,
Interest :
( WARNA ) Putih, Hitam, Kuning
:
( STYLE ) Minimalist, Simple but comfort
Karakter / Sifat : Melankolis, Maskulin
Status Perkawinan :
Belum Menikah
Status Ekonomi :
Menengah – Atas
ONE ROOM LIVING
One : Satu, Tunggal
Room : Ruang / area dengan bentuk 3-Dimensi yang berada di dalam
suatu bangunan, tempat beraktivitas
Living : Menetap, beraktivitas, tinggal, atau hidup
One Room Living : Ruang yang menjadi tempat melakukan seluruh aktivitas dan
semua area ( bekerja, istirahat, memasak atau makan, bersosialisasi, bersantai,
dll.)
Tujuan Desain
1. Tujuan Perancangan
Perancangan One Room Living
atau sederhananya disebut ruang tipe studio ditujukan untuk pria berusia 25
tahun, berprofesi sebagai financial manager. Financial Manager merupakan orang
bertipe pemikir, sehingga suasana lingkungan yang diinginkan biasanya bernuansa
yang kalem, tenang, dan ringan. Perancangan ruang ini bertujukan agar subyek
atau pengguna dapat menggunakan ruang yang memiliki space yang minim secara
efisien untuk memenuhi seluruh kebutuhan aktivitas.
2. Tema Desain
Interest style dari subyek akan
dijadikan sebagai acuan desain ruang yaitu gaya minimalist. Gaya minimalist
diharapkan dapat memnuhi karakteristik subyek yang membutuhkan nuansa keadaan
sekitar yang tidak terlalu memberatkan. Gaya minimalist difokuskan untuk
menciptakan suatu ruang yang memberikan kelegaan, kebersihan dan kerapihan, dan
juga ketenangan karena dalam gaya minimalist tidak diperkenankan untuk
memainkan banyak warna dan bentuk.
3. Furniture
Dalam menerapkan penggunaan
furniture pada ruang studio, jumlah furniture tidak diperkenankan berlebihan
karena akan menciptakan ruang yang penuh dan sesak. Sehingga penggunaan
furniture harus seminimal dan seefisien mungkin untuk menciptakan keluasan pada
ruangan. Penempatan furniture tidak diperbolehkan mengambil space area lain.
4. Warna
Dalam perancangan ruang studio,
warna yang digunakan relatif ringan untuk menciptakan suasana yang tenang,
serta warna netral seperti putih memberikan efek luas, terang dan bersih. Penambahan
ekstra warna pastel untuk memberikan aksen pada ruang sehingga tidak terlihat
monotone.
Friday, March 15, 2013
perspective (revisi)
Monday, March 11, 2013
Sunday, March 10, 2013
Sunday, March 3, 2013
Sunday, February 24, 2013
Eco-Green Design
Green Design / Eco Design
I. Pengertian Green Design
Green Design / green architecture adalah rancangan desain / bangunan yang mengutamakan kelestarian ekosistem antara manusia dan lingkungan sekitarnya. Yang dimaksud dengan kelestarian ekosistem adalah kita sebagai pengolah, mengolah atau mengambil sumber daya dari alam dengan tidak secara berlebihan dan tidak menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan.
Green Design juga mengacu pada Sustainable Development (pengembangan berkelanjutan) yang dimaksudkan dengan pengembangan atau pembangunan yang dilakukan masa sekarang untuk kebutuhan sekarang tidak menyebabkan kekurangan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.
II. Ekosistem
Ekosistem merupakan sistem ekologi yang terbentuk dari hubungan timbal-balik antara makhluk hidup (biotik : manusia, hewan, dan tumbuhan) dengan makhluk tidak hidup (abiotik : tanah, air, sinar matahari, dan udara) yang saling membutuhkan satu dengan yang lain.
Jadi, dasar dari eco design adalah keberlangsungan atau kelestarian dari ekosistem.
III. Desain Interior
Desain interior adalah perancangan desain ruang dalam dengan menyatukan elemen-elemen desain untuk mencapai tujuan estetis, kenyamanan, dan keamanan.
Sebagai desainer interior, tidak hanya memiliki tugas menata ruang menjadi terlihat indah dan nyaman, tapi juga sebagai problem solver atau pemecah masalah yang ada pada ruangan / bangunan dan meyelaraskannya dengan lingkungan sekitar yang ada untuk memenuhi kebutuhan klien.
Dalam desain terdapat 7 prinsip desain yang perlu diperhatikan dalam merancang sebuah desain :
- Unity dan harmony : sebuah ruangan dianggap memiliki kesatuan ketika elemen yang ada saling melengkapi dan berkesinambungan satu dengan yang lain sehingga menghasilkan komposisi yang seimbang.
- Keseimbangan : tidak "berat" sebelah, tidak condong ke salah satu sisi ruangan. Terdapat kesimbangan simetris dimana berat visual elemen desain seimbang secara horisontal maupun vertikal. Keseimbangan asimetris dimana berat visual elemen desain tidak merata di poros tengah. Keseimbangan radial : semua elemen desain tersusun dan berpusat di tengah.
- Focal point : aksen pada ruang yang menjadi daya tarik ruangan atau ciri khas ruangan.
- Ritme : pengulangan pola tentang visual pada ruang.
- Detail : penataan aspek desain (cahaya, material, dll.) untuk meningkatkan suasana ruangan.
- Skala dan proporsi : hal ini mengenai bentuk dan ukuran yang harus seimbang antara benda (perabot, aksesori) satu dengan yang lain. Bentuk dan ukuran yang tidak seimbang akan menimbulkan rasa tidak nyaman akan desain suatu benda.
- Warna : warna pada ruang akan menciptakan nuansa dan mood pada ruangan.
IV. Elemen Interior
Elemen dalam interior terdapat 3 bagian :
- Dinding : difungsikan sebagai pembatas antar ruang, mempengaruhi efek psikis seperti memberi rasa aman dari lingkungan luar.
- Lantai : elemen yang berada dalam ruangan yang sebagai penunjang segala komponen yang berada di dalam ruangan. macam-macam flooring : kayu (parkit, papan kayu, rotan), fabrikasi (karpet), batu (marmer, granit), tanah liat (keramik), resin (lapisan karet, vinyl).
- Langit-langit
V. Penerapan Eco-Green Design
Dalam menerapkan desain bangunan yang eco-green, terdapat prinsip-prinsip yang diterapkan dalam perencanaan pembangunan, yaitu :
1. Conserving energy ( hemat energi ) :
2. Working with climate (memanfaatkan kondisi iklim dan alam lingkungan) :
Melalui
pendekatan green design,
bangunan beradaptasi dengan lingkungan. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan
kondisi alam, iklim, dan lingkungan sekitar ke dalam bentuk serta pengoperasian
bangunan.
Misalnya dengan cara :
- orientasi bangunan terhadap sinar matahari
- menggunakan jendela dan atap yang dapat dibuka-tutup untuk mendapatkan cahaya dan pengudaraan sesuai kebutuhan.
3. Respect for site (menanggapi tapak bangunan) :
Perencanaan
mengacu pada interaksi antara bangunan dan tapaknya. Hal ini dimaksudkan
keberadaan bangunan baik dari segi konstruksi, bentuk dan pengoperasiannya
tidak merusak lingkungan sekitar, dengan cara :
- desain bangunan dengan menggunakan tapak yang lama atau yang sudah ada.
- menggunakan material yang tidak merusak lingkungan.
- luas bangunan < luas lahan, hal ini dimaksud agar terdapat ruang terbuka hijau pada bangunan.
4. Respect for user (menanggapi pengguna bangunan) :
Pemakai
dan green design mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Kebutuhan akan
arsitektur hijau harus memperhatikan kondisi pemakai yang didirikan di dalam
perencanaan dan pengoperasiannya.
5. Limitting new resources (meminimalkan penggunaan sumber daya baru) :
Suatu
bangunan seharusnya dirancang dengan mengoptimalkan material yang sudah ada (lama)
dan meminimalkan penggunaan meterial baru.
Selain prinsip-prinsip mengenai eco-green design, terdapat konsep-konsep yang juga perlu dijadikan pertimbangan rancangan pembangunan, diantaranya :
1. Site Planning dan
kulit bangunan :
Site planning (orientasi
bangunan) berkaitan dengan pemilihan lokasi. Jika lahan menghadao ke barat,
desain bangunan dapat direkayasa. Salah satunya dengan menerapkan second skin. Atau, jika ingin tampak
depan bangunan minim bukaan karena menghadap ke arah barat, kulit bangunan atau
dinding bangunan harus lebih tebal untuk mengurangi panas yang masuk. Atau,
jika terdapat bukaan, dapat dibuat shading
atau overstep atap, atau screen dengan roster atau tanaman di depannya.
2. Penghematan
energi :
Ini juga berkaitan dengan kulit bangunan. Bangunan yang efisien tentu
akan menggunakan energi yang lebih kecil. Bangunan dengan banyak bukaan akan
lebih hemat energi daripada bangunan dengan penggunaan pendingin ruangan.
Lahan yang ada tidak seluruhnya digunakan sebagai "full" bangunan, akan
lebih baik jika ada area atau daerah resapan air.
4. Kondisi
udara dalam ruangan :
Ini berkaitan dengan masalah pencahayaan dan penghawaan.
Pertimbangan penggunaan bukaan pada bangunan secara efisien yang difungsikan
sebagai tempat masuknya sinar matahari sebagai pencahayaan alami dan udara.
5. Penggunaan
material :
Gunakan material yang ramah lingkungan. Contoh, jangan menggunakan
cat dengan pelarut yang mengandung VOC (volatile
organic compound) karena berbahaya. Lebih baik menggunakan cat dengan
pelarut water-based yang ramah
lingkungan. Untuk renovasi, gunakan material dari bangunan lama yang kondisinya
masih bagus.
6. Manajemen
:
Memikirkan perencanaan rancangan bangunan sebaik mungkin agar menghindari
terjadinya pembangunan ruangan-ruangan yang tidak terpakai secara efisien.
VI. Kesimpulan
Seluruh kebutuhan manusia telah disediakan dan berasal dari alam. Kita diperkenankan untuk mengambil, memanfaatkan, dan mengolah segala sesuatu yang berada pada alam bumi ini untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun semuanya itu tidak dilakukan secara berlebihan dan tanpa tindak menjaga kelestarian alam.
Penerapan akan eco-design dalam arsitektur dan desain interior difungsikan untuk memecahkan masalah mengenai keterbatasan akan tersedianya bahan pemenuh kebutuhan hidup untuk saat ini dan untuk menunjang pemenuhan kebutuhan generasi yang akan datang. Dan juga sebagai kepedulian akan kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem.
Dalam penerapannya ke dalam interior/arsitektur, pemahaman eco-living akan mendasari segala penggunaan material/bahan yang dipilih guna menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem (sustainable). Dengan penjelasan akan eco-green design diatas, kita memahami arti pentingnya kelestarian ekosistem bumi kita untuk saat dan masa datang.
Subscribe to:
Posts (Atom)



















