Tuesday, April 9, 2013

programming one room living ( UTS DESAIN INTERIOR )


Data Subyek Penghuni One Room Living


­­­­Nama                                  :  Jovin Ng
Jenis Kelamin                     :  Pria
Umur                                   :  25 tahun
Pekerjaan                           :  Financial Manager
Hobby                                 :  Golf, Travelling,
Interest                               : ( WARNA ) Putih, Hitam, Kuning
                                            : ( STYLE ) Minimalist, Simple but comfort
Karakter / Sifat                   :  Melankolis, Maskulin
Status Perkawinan             : Belum Menikah
Status Ekonomi                  : Menengah – Atas






ONE ROOM LIVING

One           :  Satu, Tunggal

Room     :  Ruang / area dengan bentuk 3-Dimensi yang berada di dalam suatu bangunan, tempat beraktivitas

Living        :  Menetap, beraktivitas, tinggal, atau hidup

One Room Living  :    Ruang yang menjadi tempat melakukan seluruh aktivitas dan semua area ( bekerja, istirahat, memasak atau makan, bersosialisasi, bersantai, dll.)



Tujuan Desain
1. Tujuan Perancangan
     Perancangan One Room Living atau sederhananya disebut ruang tipe studio ditujukan untuk pria berusia 25 tahun, berprofesi sebagai financial manager. Financial Manager merupakan orang bertipe pemikir, sehingga suasana lingkungan yang diinginkan biasanya bernuansa yang kalem, tenang, dan ringan. Perancangan ruang ini bertujukan agar subyek atau pengguna dapat menggunakan ruang yang memiliki space yang minim secara efisien untuk memenuhi seluruh kebutuhan aktivitas.

2. Tema Desain
     Interest style dari subyek akan dijadikan sebagai acuan desain ruang yaitu gaya minimalist. Gaya minimalist diharapkan dapat memnuhi karakteristik subyek yang membutuhkan nuansa keadaan sekitar yang tidak terlalu memberatkan. Gaya minimalist difokuskan untuk menciptakan suatu ruang yang memberikan kelegaan, kebersihan dan kerapihan, dan juga ketenangan karena dalam gaya minimalist tidak diperkenankan untuk memainkan banyak warna dan bentuk.

3. Furniture
     Dalam menerapkan penggunaan furniture pada ruang studio, jumlah furniture tidak diperkenankan berlebihan karena akan menciptakan ruang yang penuh dan sesak. Sehingga penggunaan furniture harus seminimal dan seefisien mungkin untuk menciptakan keluasan pada ruangan. Penempatan furniture tidak diperbolehkan mengambil space area lain.

4. Warna
     Dalam perancangan ruang studio, warna yang digunakan relatif ringan untuk menciptakan suasana yang tenang, serta warna netral seperti putih memberikan efek luas, terang dan bersih. Penambahan ekstra warna pastel untuk memberikan aksen pada ruang sehingga tidak terlihat monotone.

1 comment:

  1. lengkapi programming dengan hubungan antar ruang, zoning.
    masuk ke dalam konsep perancangan dan olah tema ruang, analisa bentuk, warna, material, pattern, dst. sertakan sketsa-sketsa perspektif.

    ReplyDelete